SOTO MIE DAGING DENGAN AROMA WANGINYA YANG MEMIKAT PEMBELI

 

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Putra Abdiya (2006015031)

TMMB 3D




Zaman sekarang setiap harinya pasti selalu memunculkan hal yang baru inovasi disertai kreasi disetiap perkembangannya. Terlebih lagi pada unsur kuliner tradisional yang dimanapun keberadaannya pasti ada kuliner tersebut. Ketika saya sedang berjalan-jalan disekitaran kalimalang, tepatnya di daerah kampung curug raya depan toko H. Udin. Saya melihat banyak pedagang di depan toko tersebut. Ada yang menjual buah-buahan, gado-gado, dan lain-lain.

 

Bagi seorang mahasiswa yang tinggal di kos-kosan dan tidak terlalu pandai memasak secara sering, dan makanan di pinggir jalan menjadi sebuah elternatif mencari macam-macam makanan dan minuman disekitar sana. Terutama bagi mahasiswa yang malas untuk memasak di kosannya, tentu makanan kaki lima menjadi rumah kedua bagi kita untuk mengisi perut.

 

Dan didaerah tersebut yang paling menarik perhatian bagi saya yaitu, pedagang soto mie yang setiap jam dan harinya dikerumuni oleh para pembeli. Baik itu remaja maupun orang dewasa terlebih diwaktu pagi hampir setiap pagi nya pasti ada antrian yang begitu banyak untuk membelinya. Dan soto mie ini dijajakan oleh seorang bapak-bapak bernama Pak Ibadullah dan sering disapa dengan nama Mang Ibad.


Mang Ibad berjualan soto mie dari tahun 1995, dimulai dari beliau masih bujangan hingga sekarang sudah menikah, Mang ibad masih menekuni berjualan soto mie tersebut. Soto mie Mang Ibad satu ini penampilan makanannya bisa dibilang berbeda dari soto mie yang lainnya. Yang membuat makanannya tersebut banyak diminati yakni aroma wanginya yang asli dari bahan alami disertai sikap ramahnya terhadap pelanggannya.

 

Soto mie Mang Ibad ini dihargai dengan harga Rp. 15.000/porsi. Selain aroma wanginya yang khas soto mie Mang Ibad ini disertai juga dengan daging yang bisa membuat makanannya semakin menarik pelanggangnya untuk membeli. Soto mie Mang Ibad setiap hari dari jam setengah 8 hingga 12 siang. Setelah jam tersebut dan soto mie nya telah habis, Mang Ibad merapikan dagangnya serta gerobak nya yang digunakan untuk berdangang.



Komentar

Postingan Populer